Arsip untuk Desember 11, 2011

KODE, ALIH KODE. DAN CAMPUR KODE Disusun untuk disajikan dalam diskusi mata kuliah Sosiolinguistik Dosen pengampu : Prof. Fathurahman dan Dr. Ida Zulaida

 

KODE, ALIH KODE. DAN CAMPUR KODE

 

 

 

Disusun untuk disajikan  dalam diskusi mata kuliah Sosiolinguistik

 

Dosen pengampu :  Prof. Fathurahman dan Dr. Ida Zulaida

 

 

 

 

 

 

 

Oleh:

 

Partinem/0202510052

 

Sujoko/0202510054

 

 

 

PPS UNNES, PRODI PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA

 

2011

 

 

KODE, ALIH KODE, DAN CAMPUR KODE

 

0leh : Partinem, Sujoko/ B-2

 

 

 

Pantun Jadi-Jadian

 

Ini pantun jadi-jadian
ditulis karena penat oleh kehidupan
Makin hari makin tidak karuan
benar salah cuma soal kekuasaan
Wong bodo kalah karo wong pinter
Wong pinter kalah karo wong bejo
Wong bejo kalah karo wong nekad
Wong nekad kalah karo wong edan!
Negeri ini suka bercanda
pemimpinnya makin lucu saja
Rakyat diajari taat aturan
pemimpinnya malah ugal-ugalan.
Ada asap ada api,
lumpur panas jangan dianggap mimpi
obral janji ya obral janji
kalau ditagih, jangan dibayar janji lagi!
Ini negeri aneh tapi nyata
penduduknya dua macam saja
Yang satu pontang panting cari kerja
yang satunya ongkang-ongkang nilep uang negara.
Kali ilang kedunge
pasar ilang kumandange
pemimpin ilang wirange
negara ilang regane
Jaman akhir, banyak yang nelangsa
bicara boleh saja, didengar urusan lainnya
Kalau tak percaya, periksa para penguasa
apa kupingnya masih nempel di kepala!

 

Jangan suka salah sangka
demokrasi bukan rakyat yang kuasa
Kalau hutan dan tambang dijarah seenaknya
memang situ mau apa!
Ling molang maling gemblung
royokan balung gemblung
ling molang maling gemblung
balapan sinting gemblung
Dari Sabang sampai Merauke
berjajar maling-maling
sambung menyambung menjadi satu
namanya pasar maling
Para maling bersekongkol
menyandera masa depan
Nilai diputarbalikkan
jadi saham perdagangan.

 

(Diambil dari album Orkes Puisi “Bersama Kita Gila” Anis Sholeh Ba’asyin – Sampak GusUran)

 

Pendahuluan

 

Bahasa memegang peranan penting dalam kehidupan masyarakat  sebagai  sarana komunikasi.  Bahasa  digunakan  sebagai  alat  komunikasi  untuk  menyampaikan pesan  atau  maksud  pembicara  kepada  pendengar.  Dengan  demikian,  “Fungsi bahasa  yang  paling  mendasar  adalah  untuk  berkomunikasi,  yaitu  sebagai  alat pergaulan  dan  perhubungan  sesama  manusia,  sehingga  terbentuk  suatu  sistem sosial atau masyarakat” (Nababan, 1984:2).

 

Proses komunikasi dalam masyarakat tidak hanya berlangsung dalam satu bahasa  saja,  tetapi  bisa  lebih  dari  satu  bahasa.  Kita  ketahui  bahwa  di  banyak negara,  bahkan  banyak  daerah  dan  kota,  terdapat  orang-orang  yang  dapat memakai lebih dari satu bahasa, umpamanya bahasa daerah dan bahasa Indonesia atau  bahasa  asing  dan  bahasa  Indonesia.  Apabila  dua  bahasa  atau  lebih  itu  dipergunakan  secara  bergantian  oleh  penutur  yang  sama, maka  dapat  dikatakan bahwa bahasa-bahasa tersebut dalam keadaan saling kontak.

 

Pada  era  globalisasi  ini,  kontak  bahasa  Indonesia  dengan  bahasa  asing menjadi  intensif  dan  memungkinkan  terjadinya  pengaruh  antarbahasa.  Saling pengaruh  itu  tercermin pada pemakaian bahasa  Indonesia  yang disisipi kosakata asing

 

  1. Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.