KODE, ALIH KODE. DAN CAMPUR KODE
Disusun untuk disajikan dalam diskusi mata kuliah Sosiolinguistik
Dosen pengampu : Prof. Fathurahman dan Dr. Ida Zulaida
Oleh:
Partinem/0202510052
Sujoko/0202510054
PPS UNNES, PRODI PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA
2011
KODE, ALIH KODE, DAN CAMPUR KODE
0leh : Partinem, Sujoko/ B-2
Pantun Jadi-Jadian
Ini pantun jadi-jadian
ditulis karena penat oleh kehidupan
Makin hari makin tidak karuan
benar salah cuma soal kekuasaan
Wong bodo kalah karo wong pinter
Wong pinter kalah karo wong bejo
Wong bejo kalah karo wong nekad
Wong nekad kalah karo wong edan!
Negeri ini suka bercanda
pemimpinnya makin lucu saja
Rakyat diajari taat aturan
pemimpinnya malah ugal-ugalan.
Ada asap ada api,
lumpur panas jangan dianggap mimpi
obral janji ya obral janji
kalau ditagih, jangan dibayar janji lagi!
Ini negeri aneh tapi nyata
penduduknya dua macam saja
Yang satu pontang panting cari kerja
yang satunya ongkang-ongkang nilep uang negara.
Kali ilang kedunge
pasar ilang kumandange
pemimpin ilang wirange
negara ilang regane
Jaman akhir, banyak yang nelangsa
bicara boleh saja, didengar urusan lainnya
Kalau tak percaya, periksa para penguasa
apa kupingnya masih nempel di kepala!
Jangan suka salah sangka
demokrasi bukan rakyat yang kuasa
Kalau hutan dan tambang dijarah seenaknya
memang situ mau apa!
Ling molang maling gemblung
royokan balung gemblung
ling molang maling gemblung
balapan sinting gemblung
Dari Sabang sampai Merauke
berjajar maling-maling
sambung menyambung menjadi satu
namanya pasar maling
Para maling bersekongkol
menyandera masa depan
Nilai diputarbalikkan
jadi saham perdagangan.
(Diambil dari album Orkes Puisi “Bersama Kita Gila” Anis Sholeh Ba’asyin – Sampak GusUran)
Pendahuluan
Bahasa memegang peranan penting dalam kehidupan masyarakat sebagai sarana komunikasi. Bahasa digunakan sebagai alat komunikasi untuk menyampaikan pesan atau maksud pembicara kepada pendengar. Dengan demikian, “Fungsi bahasa yang paling mendasar adalah untuk berkomunikasi, yaitu sebagai alat pergaulan dan perhubungan sesama manusia, sehingga terbentuk suatu sistem sosial atau masyarakat” (Nababan, 1984:2).
Proses komunikasi dalam masyarakat tidak hanya berlangsung dalam satu bahasa saja, tetapi bisa lebih dari satu bahasa. Kita ketahui bahwa di banyak negara, bahkan banyak daerah dan kota, terdapat orang-orang yang dapat memakai lebih dari satu bahasa, umpamanya bahasa daerah dan bahasa Indonesia atau bahasa asing dan bahasa Indonesia. Apabila dua bahasa atau lebih itu dipergunakan secara bergantian oleh penutur yang sama, maka dapat dikatakan bahwa bahasa-bahasa tersebut dalam keadaan saling kontak.
Pada era globalisasi ini, kontak bahasa Indonesia dengan bahasa asing menjadi intensif dan memungkinkan terjadinya pengaruh antarbahasa. Saling pengaruh itu tercermin pada pemakaian bahasa Indonesia yang disisipi kosakata asing




